![]() |
| Asisten I Setda Buleleng,Putu Ariadi Pribadi |
SINGARAJA FM,-Pemerintah Kabupaten
Buleleng terus memperkuat percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis
(MBG) agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan
dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) MBG yang digelar di Aula Dinas Kesehatan
Kabupaten Buleleng, Kamis (8/1).
Rapat dipimpin Asisten
I Setda Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, yang menekankan pentingnya percepatan
pembentukan dan pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dari
target 60 SPPG, saat ini Buleleng baru memiliki 23 unit yang aktif beroperasi.
“MBG adalah program
strategis nasional. Karena itu, percepatan harus menjadi fokus bersama agar
dampaknya segera dirasakan oleh masyarakat, khususnya kelompok rentan,” tegas
Ariadi Pribadi.
Pemkab Buleleng
menunjukkan keseriusan dengan memberikan dukungan menyeluruh, mulai dari
penyediaan lahan dan sarana prasarana, hingga penguatan koordinasi lintas
sektor untuk menjamin keberlanjutan program.
Selain percepatan, mutu
dan keamanan pangan menjadi perhatian utama. Seluruh dinas terkait diminta
memperketat pengawasan bahan pangan yang masuk ke dapur MBG, sekaligus mengatur
pola pemasok agar pelaksanaan program tidak memicu kenaikan harga bahan pangan
di pasaran.
Program MBG juga
diarahkan memberi dampak ekonomi nyata. Pelibatan pelaku usaha dan pemasok
lokal diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah, membuka lapangan
kerja, serta memperkuat ketahanan pangan lokal.
Pendataan penerima
manfaat menjadi fokus penting, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan
balita. Pendataan yang akurat dan merata dinilai krusial agar tidak ada
kelompok prioritas yang terlewat.
Sementara itu,
Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Buleleng, Rusdianto, menyampaikan bahwa
pelaksanaan MBG di Buleleng dimulai sejak Mei 2025. Ia menegaskan bahwa sinergi
seluruh perangkat daerah menjadi kunci keberhasilan program.
“Peran aktif seluruh
dinas sangat menentukan kelancaran dan ketepatan sasaran MBG,” ujar Rusdianto.
Menurutnya, peningkatan
kualitas layanan SPPG terus dilakukan, termasuk pembenahan fasilitas dapur,
peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengecekan mutu dan keamanan
makanan sebelum didistribusikan.
Tak hanya itu, paket
MBG juga dievaluasi secara berkala agar kandungan gizi tetap sesuai kebutuhan
sasaran. Untuk menjamin pemerataan layanan, pembangunan SPPG di wilayah
terpencil terus didorong agar seluruh masyarakat Buleleng dapat menikmati
manfaat program ini.
Rapat koordinasi
tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, unsur Forkopimda, serta Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Buleleng yang tergabung dalam Satgas MBG, sesuai
tugas dan fungsi masing-masing.
Dengan sinergi lintas sektor yang kuat, Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Buleleng diharapkan berjalan semakin cepat, berkualitas, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat serta penguatan ekonomi daerah.

0Komentar