![]() |
| Gubernur Bali, I Wayan Koster Pimpin Langsung Prosesi Peletakan Batu Pertama Pembangunan Shortcut Singaraja-Mengwitani Titik 9 dan 10 |
SINGARAJA FM,-Proyek Shortcut
Singaraja–Mengwitani dilanjutkan, kini titik 9 dan Titik 10 telah mulai
dilaksanakan pembangunannya. Hal itu ditandai dengan Upacara Adat Ngeruak yang
dilanjutkan dengan Ground Breaking pada Rabu, (7/1). Prosesi peletakan batu
pertama dipimpin langsung oleh Gubernur Bali I Wayan Koster dan dihadiri
sejumlah pejabat pusat dan daerah.
Turut hadir dalam
kegiatan tersebut Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Buleleng Gede
Supriatna, Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya, serta Direktur
Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga Asep Syarif Hidayat.
Gubernur Bali I Wayan
Koster mengatakan pembangunan shortcut ini merupakan proyek strategis yang
sangat dibutuhkan masyarakat Bali, khususnya untuk memperkuat konektivitas antara
Bali Selatan dan Bali Utara. Menurut dia, kehadiran infrastruktur ini akan
memberi dampak luas pada berbagai sektor.
“Proyek ini sangat
diperlukan oleh masyarakat Bali, khususnya sebagai penghubung Bali Selatan
dengan Bali Utara. Berbagai sektor akan mendapatkan manfaatnya, seperti
transportasi, pariwisata, dan sektor lainnya,” kata gubernur asal Sembiran,
Buleleng itu.
Ia menegaskan
pembangunan shortcut Singaraja–Mengwitani juga diharapkan mampu mendorong
pemerataan pembangunan di Bali. Oleh sebab itu, pihaknya akan memastikan agar
proyek ini berjalan dengan baik.
“Ini proyek strategis,
saya awasi terus pengerjaannya,” tegas Koster.
Koster juga menyinggung
kuatnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten
Buleleng dengan Kementerian Pekerjaan Umum dalam proyek ini. Pemprov Bali, kata
dia, turut membantu percepatan proyek melalui dukungan pembebasan lahan.
Komunikasi pun menurut Koster, terjalin dengan sangat baik.
“Pak Dirjen dan Pak
Kepala Balai ini sering saya telponin terus siang dan malam soal progresnya.
Saya tanya terus, kapan tendernya, kapan kontraknya, kemarin juga kapan Ground
Breakingnya biar kita bisa carikan hari baik,” selorohnya.
Sementara itu, Direktur
Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga, Asep Syarif Hidayat
menjelaskan secara teknis pembangunan shortcut ini akan membawa peningkatan
signifikan dari sisi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Ia menyebut
jumlah tikungan tajam di ruas Denpasar–Singaraja akan berkurang drastis.
“Dengan adanya shortcut
ini, jumlah tikungan bisa dipangkas dari 58 titik menjadi 21 titik. Sehingga
perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman,” kata Asep Syarif.
Ia menambahkan,
keberadaan shortcut ini sangat penting mengingat banyaknya kendaraan besar
seperti truk dan bus yang melintasi jalur Denpasar–Singaraja. Dari sisi
keselamatan, tingkat ekivalensi kecelakaan juga diproyeksikan turun signifikan.
“Status jalan yang
sebelumnya sangat berbahaya bisa diturunkan menjadi aman. Kelandaian jalan yang
awalnya maksimal 27 persen juga bisa diturunkan menjadi maksimal 10 persen,”
tutupnya.

0Komentar