TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Disdikpora Buleleng Optimalisasi Perbaikan Sekolah Di Tahun 2026

Disdikpora Buleleng Optimalisasi Perbaikan Sekolah Di Tahun 2026

Daftar Isi
×

 

Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata

SINGARAJA FM,-Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng mencatat masih terdapat sekitar 120 sekolah yang mengalami kerusakan dengan tingkat kondisi yang berbeda-beda. Kerusakan tersebut mencakup jenjang TK, SD, hingga SMP yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng.

Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengatakan pihaknya saat ini mulai kembali melakukan pendataan dan pemutakhiran data sekolah rusak. Pendataan ini menjadi dasar utama pengusulan bantuan revitalisasi sekolah kepada pemerintah pusat.

“Kalau kami hitung terakhir sekitar 120-an sekolah. Kondisinya tidak semuanya rusak berat, ada yang rusak ringan hingga sedang, dan sebagian memang sudah melampaui umur ekonomis bangunan,” ujarnya 22 Januari 2026

Ia menjelaskan, program revitalisasi sekolah yang akan dilaksanakan pada tahun 2026 merupakan program nasional dan didanai langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia. Pemerintah daerah hanya bertugas menyiapkan data, melakukan verifikasi, serta mendampingi proses pelaksanaannya.

Untuk tahap awal tahun 2026, Kabupaten Buleleng memperoleh kuota sementara bagi puluhan sekolah di berbagai jenjang pendidikan. Kuota tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai keputusan pemerintah pusat.

“Untuk tahap pertama, jenjang TK ada sekitar 15 sekolah, SD 15 sekolah, dan SMP juga 15 sekolah. Namun ini masih tentatif karena kuota finalnya masih dalam proses di pusat,” ucap Surya Bharata.

Menurutnya, sekolah-sekolah yang masuk dalam daftar calon penerima bantuan telah melalui proses verifikasi dan validasi kelayakan. Namun penetapan penerima bantuan secara pasti belum bisa dilakukan karena sistem penentuan penerima masih berbasis kuota nasional.

“Sekolah-sekolah ini sudah dinyatakan layak menerima bantuan, tetapi belum bisa ditetapkan by name by address. Bisa saja kuotanya bertambah atau justru berkurang, tergantung kebijakan pusat,” katanya.

Ia menambahkan, sekolah yang diusulkan sebagai penerima bantuan tidak hanya berada di wilayah pinggiran, tetapi tersebar di berbagai kecamatan. Penentuan prioritas dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan bangunan, usia bangunan sekolah, serta pertimbangan teknis lainnya dari Kemendikdasmen RI.

Surya Bharata berharap melalui skema revitalisasi sekolah ini, kebutuhan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan di Buleleng dapat ditangani secara bertahap. Terlebih masih ada sejumlah sekolah yang selama ini belum tersentuh bantuan akibat keterbatasan anggaran.

“Dengan pola revitalisasi ini, mudah-mudahan sekolah-sekolah yang kondisinya sudah lama dan membutuhkan peremajaan bisa segera tertangani, sehingga proses belajar mengajar berjalan lebih aman dan nyaman,” Pungkasnya.

0Komentar

sn
sn
Special Ads