![]() |
| Pertemuan Bupati Buleleng,I Nyoman Sutjidra dan Perangkat Desa Bukti |
SINGARAJA FM,-Setelah sempat viral
terkait dengan adanya beberapa postingan terkait pengerjaan jalan yang telah
usai Sejumlah perangkat Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng,
mendatangi Kantor Bupati Buleleng, tadi siang. Mereka menuntut kepastian
kelanjutan proyek perbaikan jalan penghubung Desa Bukti-Desa Tunjung, terutama
di ruas Jalan Merak yang kondisinya rusak parah.
Perbekel Desa Bukti,
Gede Wardana, mengatakan kedatangan mereka untuk menanyakan langsung kepada
Bupati I Nyoman Sutjidra terkait realisasi perbaikan. Jalan Merak, kata dia,
merupakan satu-satunya akses warga di Dusun Mekar Sari dan Dusun Tonggak menuju
Desa Tunjung.
"Kedatangan kami
ini untuk meminta kepastian. Karena di lapangan, kondisi Jalan Merak masih
rusak," ujar Wardana, Rabu (12/11)
Wardana menyebut Bupati
sempat meninjau proyek jalan Bukti-Tunjung dengan nilai anggaran Rp 4,2 miliar
saat kunjungan kerja ke Kubutambahan. Namun, ruas Jalan Merak belum tersentuh
sama sekali.
"Kekecewaan muncul
karena informasi yang beredar tidak sesuai kondisi di lapangan. Jalan Merak
masih rusak dan bisa dicek langsung. Panjangnya sekitar 1,5 kilometer dan sudah
kami usulkan sejak Musrenbang 2015," katanya.
Ia menambahkan, warga
sempat melayangkan protes karena jalan tak kunjung diperbaiki. Namun, ia
menenangkan warga agar tidak melakukan aksi penutupan jalan. Wardana berharap
perbaikan Jalan Merak bisa masuk anggaran induk 2026.
"Saya sudah
sampaikan ke warga, saya akan bicara langsung dengan Pak Bupati. Mudah-mudahan
tahun 2026 bisa diupayakan masuk anggaran. Kalau tidak terealisasi, tentu kami
ingin tahu alasannya," ucapnya.
Bupati Buleleng I
Nyoman Sutjidra mengatakan pertemuannya dengan perangkat desa berlangsung baik.
Ia mengakui ada kesalahpahaman terkait penentuan ruas jalan dalam proyek
tersebut.
"Saya juga baru
paham, ternyata ruas jalan itu sudah ditentukan dari Kementerian PU. Seperti
Bendungan Tamblang dan Titab, namanya bisa beda dengan lokasi sebenarnya,"
kata Sutjidra.
Menurutnya, ruas jalan
yang dimaksud mencakup Merak-Tonggak-Tunjung, bukan sebaliknya. Bagian atas
lebih dulu dikerjakan karena jaraknya lebih pendek dan sudah masuk dalam APBD
Perubahan 2025, sedangkan ruas panjang akan dikerjakan dalam anggaran induk
2026.
"Nanti ditenderkan
bulan Januari. Kalau penyedia siap, pengerjaan mulai Februari," ujarnya.
Sutjidra menambahkan,
perbaikan jalan di wilayah tersebut sudah dianggarkan Rp 6,4 miliar untuk
panjang sekitar 3,1 kilometer. Beberapa proyek lain seperti di Mengening dan
Bontihing ditunda agar wilayah lain bisa mendapat prioritas.
"Kalau penyedia
ambil jalan panjang di musim hujan, risikonya besar. Bisa tidak selesai dan
kena penalti. Jadi, ini kita atur agar semua bisa terlaksana dengan baik,"
pungkasnya.

0Komentar