SINGARAJA FM,-Nasib malang dialami oleh Seorang wanita disabilitas di Kabupaten Buleleng, Bali, yang diduga menjadi korban rudapaksa atau pemerkosaan.Wanita tersebut ditemukan dalam kondisi hamil besar. Bahkan diperkirakan akan melahirkan dalam hitungan minggu.Hingga kini belum diketahui pasti siapa yang menghamili wanita tersebut. Tak menutup kemungkinan, ada jalur hukum yang akan ditempuh.wanita itu mengalami disabilitas rungu-wicara.
Ia tinggal sebatang
kara. Saudara perempuannya sudah menikah, sementara saudara laki-lakinya
tinggal di luar Buleleng.
Dalam kondisi sebatang
kara, wanita itu tinggal dalam kondisi memprihatinkan. Rumahnya gelap gulita
tanpa lampu. Ditambah lagi rumah itu tidak dilengkapi jamban.
Aparatur pemerintahan
pun mengetahui kondisi tersebut. Mereka langsung mengevakuasi wanita itu, lalu
membawanya ke rumah aman.
Pemerintah memilih
mengevakuasi wanita disabilitas itu ke rumah aman, guna mengantisipasi hal-hal
yang tidak diinginkan.
Kepala Dinas Sosial
Buleleng, I Putu Kariaman Putra menyatakan, pihaknya telah memberikan
pendampingan pada wanita tersebut.
“Kami prioritaskan
kondisi kesehatan dan keselamatannya dulu. Sehingga kami evakuasi ke rumah
aman,” ujarnya Senin 22 September 2025
Kariaman menuturkan
Dari hasil pemeriksaan kesehatan awal, wanita itu dalam kondisi stabil. Bayi
dalam kandungannya juga sehat. pihaknya masih berupaya mencari tahu pihak yang
menghamili wanita tersebut.
Selama ini pihaknya
kesulitan melakukan komunikasi langsung. Sehingga harus dibantu oleh juru
bahasa isyarat dari SLBN 1 Buleleng.
Kariaman mengklaim
tidak mau terburu-buru. Sebab fokus pada kondisi pemulihan psikis wanita
tersebut.
“Sekarang masih dalam
masa pemulihan. Kami bersama Sakti Peksos (Satuan Bakti Pekerja Sosial) masih
melakukan asesmen secara mendalam untuk mengetahui peristiwa yang terjadi dan
siapa pelakunya,” tegas Kariaman.
Kariaman menambahkan
Apalagi hal itu mengarah pada tindakan pidana, pemerintah tak segan-segan
melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak berwajib. Sebagai bentuk
perlindungan kepada disabilitas.

0Komentar