SINGARAJA FM,-Semangat gotong royong dan mandiri mewarnai Deklarasi Mandiri dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi KTAD dan MBG Barisan Relawan Nusantara Raya (BRNR) Ke VIII, yang digelar di Gedung Imaco, eks Pelabuhan Buleleng, Minggu (14/9/2025). Acara ini menandai langkah BRNR dalam mengawal program pemerintah melalui digitalisasi, sekaligus memperkuat jaringan relawan di Bali.
Ketut Seriada, Ketua
DPW BRNR Provinsi Bali, menegaskan tujuan utama pembentukan organisasi ini.
“Kami membentuk ini kan istilahnya untuk menjalankan atau mengawal program
pemerintah. Ya Bu ya. Kami membentuk organisasi namanya organisasi BRNR Barisan
Relawan Nusantara Raya. Nah, yang kelebihan di organisasi kami ini punya
aplikasi, Pak. Namanya aplikasi KTAD. Itu,” ucap Ketut.
Lebih lanjut, Ketut
menambahkan, keberadaan BRNR bukan hanya sekadar organisasi biasa. “Kami
mandiri, Pak. Seperti yel-yel tadi kami sampaikan ya: mandiri, gotong royong,
merdeka. Mandiri itu, Pak, kami berdiri sendiri, gotong royong sama anggota,
ya. Merdeka itu nanti mudah-mudahan ke depannya kita menyukseskan masyarakat
maupun organisasi kami sendiri. Hanya itu saja, Pak,” ujar Ketut.
Selain itu, Ketut juga
menyampaikan keberadaan yayasan yang menaungi program pemerintah, khususnya
makan bergizi gratis. “Kebetulan kami punya yayasan, Pak. Namanya Yayasan BRNR.
Terus untuk menjalankan program pemerintah, yaitu Bapak Presiden, yaitu makan
bergizi gratis. Kami juga bertugas sebagai pengawas di bidang ini. Relawan kami
sudah terbentuk di masing-masing kabupaten, kurang lebih 14.976 orang,”
katanya.
Sementara itu, Muhammad
Yuslan, S.E., S.H., Bendahara DPP BRNR, menegaskan bahwa deklarasi ini
merupakan bagian dari strategi hilirisasi digital nasional. “Syukur
alhamdulillah deklarasi ke-8. Setelah delapan provinsi, Bali termasuk provinsi
ke-8. Deklarasi kartu tanda anggota digital BRNR dan aplikasi MBG, yaitu
aplikasi makan bergizi gratis, bertujuan menyambut hilirisasi digital untuk
menuju Indonesia Emas 2045,” ucap Yuslan.
Yuslan menambahkan
bahwa program makan bergizi gratis dijalankan secara digital melalui aplikasi
yang sudah tersedia di iOS dan Play Store. “Aplikasi ini berbasis AI dan ERP,
sehingga mitigasi risiko sangat maksimal, terutama terkait transparansi dan
akuntabilitas APBN. Kami mandiri, tidak ada bantuan dari siapapun, sesuai moto
kami: mandiri, maju, merdeka. Langkah selanjutnya, kami ingin seluruh provinsi
mengerti tentang program digitalisasi ini, agar akselerasi digital bisa
dirasakan seluruh masyarakat, termasuk UMKM di Bali,” ujar Yuslan.
Dengan deklarasi ini,
BRNR menegaskan komitmennya mengawal digitalisasi program pemerintah,
memberdayakan UMKM lokal, dan membangun jaringan relawan yang kuat. Aplikasi
KTAD dan MBG diharapkan menjadi penghubung antara produsen, penyaji, kurir, dan
penerima manfaat, semua berbasis lokal, demi tercapainya transparansi dan
efisiensi dalam program pemerintah.

0Komentar