TUO6BUOpGUd9BUYpGSroBSGiGY==
Light Dark
Bekerja Ke Turki Sejak 2021, PMI Asal Sambirenteng Ditemukan Meninggal Dunia di Apartemen

Bekerja Ke Turki Sejak 2021, PMI Asal Sambirenteng Ditemukan Meninggal Dunia di Apartemen

Daftar Isi
×

SINGARAJA FM,-Nasib kurang beruntung dialami oleh Komang Sasa Dwi Lestari, 26,PMI Asal  Banjar Dinas Sila Gading, Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali.Ditemukan meninggal Dunia di Apartemen Tempat Kerjanya Sabtu 13/9/2025 Lalu

Kabar kepergian Komang Sasa Dwi Lestari, 26, pekerja migran asal desa Sambirenteng ini, membuat keluarga terkejut dan sulit percaya.

Sasa memilih merantau ke Turki sejak 2021 silam untuk bekerja sebagai spa therapist itu dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu (13/9/2025).

Jenazahnya dipulangkan melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Selasa (16/9/2025) malam, menggunakan pesawat Turkish Airlines TK66 dari Istanbul.

Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Buleleng, Wayan Suarjana, membenarkan kabar tersebut.

Ia menyebut, jenazah tiba di Bali sekitar pukul 00.30 Wita, Rabu (17/9/2025) dini hari. Selanjutnya jenazah akan dikebumikan di setra desa adat setempat pada Kamis (18/9/2025).

“Almarhumah berangkat sejak 2021 dan belum pernah pulang. Saat berangkat kondisinya sehat, namun di Turki ia mulai sakit,” kata Suarjana saat berkunjung ke rumah duka.

Menurutnya, keluarga sempat mendapat kabar bahwa sakitnya timbul tenggelam. Namun mendiang masih memaksakan diri tetap bekerja.

Namun sejak seminggu belakangan, kondisinya terus menurun. Dalam kondisi sakit, mendiang masih memaksakan diri bekerja.

Hingga sehari sebelum ditemukan meninggal, korban dilaporkan masih tetap bekerja.

“Kondisi mendiang mungkin kumat terlalu keras. Dia ditemukan meninggal di apartemennya,” ungkap Suarjana.

Lebih lanjut Suarjana mengatakan, Komang Sasa berangkat secara mandiri, tanpa melalui jalur resmi penyaluran tenaga kerja.

“Ia pekerja migran mandiri, bukan melalui agen. Keluarga baru tahu kabar duka dari teman almarhumah di Turki,” imbuhnya

Duka keluarga kian bertambah ketika mendapat kabar bahwa biaya pemulangan jenazah awalnya ditanggung pihak keluarga. 

Namun beruntung, rekan-rekan sesama pekerja migran asal Indonesia di Turki bergotong royong menggalang donasi hingga pemulangan bisa terlaksana.

“Seluruh biaya pemulangan menggunakan donasi. Keluarga sangat syok, apalagi almarhum adalah anak kedua dari empat bersaudara,” jelas Suarjana.

Meski tidak menjadi tulang punggung keluarga, mendiang dikenal kerap membantu kedua orang tuanya. Sebagian gajinya ia sisihkan untuk biaya sekolah adik-adiknya.

Informasi yang dihimpun, sebelum meninggal, almarhumah belum sempat menjalani pemeriksaan medis karena masih bekerja. 

Saat hendak berangkat kerja, penyakitnya kambuh dan ia ditemukan meninggal di apartemen.

Suarjana menegaskan, pemerintah akan tetap menelusuri status keberangkatan almarhumah yang tidak tercatat dalam sistem resmi. 

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak nekat berangkat secara non prosedural.

“Kalau berangkat lewat jalur resmi, ada jaminan asuransi. Jika mengalami kecelakaan atau meninggal dunia, proses pemulangan ditanggung agen. Jadi keluarga tidak terbebani,” tegasnya. 



0Komentar

sn
sn
Special Ads