Jambore Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba Buleleng Tahun 2026 di Wisma Nangun Kerti, Desa Pancasari.

SINGARAJA FM,-Pencegahan HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja tidak cukup hanya mengandalkan peran pemerintah. Keterlibatan siswa sebagai agen edukasi sebaya dinilai menjadi salah satu kunci untuk membangun generasi muda yang sehat, berpengetahuan, dan bebas stigma.

Semangat inilah yang digaungkan melalui Jambore Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) Kabupaten Buleleng Tahun 2026, yang berlangsung di Wisma Nangun Kerti, Desa Pancasari, Rabu hingga Kamis, 21–22 Oktober 2026.

Jambore ini bukan sekadar ajang berkumpul bagi para siswa. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperluas wawasan, bertukar pengalaman, sekaligus membangun keberanian generasi muda dalam menyampaikan informasi yang benar mengenai HIV/AIDS dan bahaya narkoba kepada teman sebaya.

Mewakili Wakil Bupati Buleleng selaku Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Buleleng, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., M.A.P., menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam membangun kesadaran kesehatan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Ia berharap para peserta tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada lingkungan sekitarnya.

“Melalui Jambore KSPAN ini, saya berharap seluruh peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat secara sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan tidak berhenti belajar. Manfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengetahuan, memperluas pertemanan, serta membangun keberanian dalam menyampaikan informasi yang benar kepada teman sebaya,” pesannya.

Menurutnya, siswa KSPAN diharapkan mampu menjadi contoh positif dengan mengedepankan kepedulian, karakter, serta pemahaman yang tepat dalam menghadapi persoalan kesehatan remaja.

Tak kalah penting, edukasi HIV/AIDS juga harus diiringi dengan upaya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV. Lingkungan sekolah diharapkan menjadi ruang yang aman, inklusif, dan memberikan dukungan kepada semua siswa.

Antusiasme mengikuti jambore juga dirasakan para peserta. Komang Nila Handayani mengaku senang karena kegiatan tersebut memberinya kesempatan untuk memperoleh pengetahuan baru sekaligus bertemu dengan siswa dari sekolah lain yang memiliki kepedulian serupa.

“Senang sekali bisa ikut jambore ini karena kami tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga bisa bertukar pengalaman dengan teman-teman dari sekolah lain. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar semakin banyak siswa yang memahami pentingnya menjaga kesehatan, menjauhi narkoba, dan tidak memberikan stigma kepada orang yang hidup dengan HIV,” ungkapnya.

Harapan serupa disampaikan Kadek Indra Kresna Yudistira. Ia berharap pengalaman selama jambore tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, melainkan dapat dibagikan kembali kepada teman-teman di sekolah.

“Harapan saya, setelah mengikuti kegiatan ini, kami bisa menerapkan ilmu yang didapat dan membagikannya kepada teman-teman di sekolah. Saya juga ingin semakin banyak siswa yang peduli, saling mendukung, dan berani menyampaikan informasi yang benar tentang HIV/AIDS dan bahaya narkoba,” tuturnya.

Melalui Jambore KSPAN 2026, Kabupaten Buleleng mendorong lahirnya lebih banyak pelajar yang berani mengambil peran dalam edukasi kesehatan remaja. Sebab, informasi yang benar, kepedulian terhadap sesama, serta keberanian melawan stigma menjadi modal penting untuk membangun lingkungan pergaulan yang sehat dan melindungi generasi muda dari risiko HIV/AIDS maupun penyalahgunaan narkoba.