![]() |
| Kejuaraan Perisai Diri Cup III di GOR Bhuana Patra Singaraja |
SINGARAJA FM,-Gelaran Kejuaraan
Perisai Diri Bupati Cup III Kelatnas Indonesia Perisai Diri se-Kabupaten
Buleleng Tahun 2025 resmi dibuka pada Sabtu (15/11). Kejuaraan ini diikuti oleh
Ratusan Atlet Muda Perisai Diri yang ada di Kabupaten Buleleng Bertempat di GOR
Bhuana Patra Singaraja kegiatan ini digelar Dua Hari Sabtu -Minggu 15-16
November 2025.
Ketua Umum Perisai Diri
Provinsi Bali, Ketut Selamet, juga memberikan tanggapannya terkait pelaksanaan
kejuaraan ini. Ia mengapresiasi antusiasme luar biasa dari para atlet di
Buleleng.
“Kami berharap
antusiasme ini tidak berhenti hari ini. Atlet-atlet harus terus dibimbing agar
memiliki keilmuan yang pantas,” ungkapnya.
Ketut Selamet
menekankan bahwa Perisai Diri tidak hanya mengajarkan kemampuan fisik dan
teknik, tetapi juga pembentukan mental dan karakter.
“Perisai Diri
membimbing mentalitas, kerendahan hati, dan kesantunan. Kemampuan fisik
digunakan untuk kesejahteraan diri, keluarga, dan masyarakat,” tambahnya.
Dari sisi prestasi, ia
menyampaikan bahwa perkembangan Perisai Diri di Bali sangat pesat. Sejak
berdiri tahun 1964, keanggotaan telah mencapai lebih dari 15.000 orang di
seluruh kabupaten/kota.
“Buleleng sudah
menyumbangkan medali emas di Porprov dan perunggu di PON. Ini luar biasa,
menjadi modal penting untuk pengembangan ke depan,” jelasnya.
Ketua Harian IPSI
Kabupaten Buleleng, Dewa Made Susastra Ginatra, S.Pd., M.Pd., memberikan
apresiasi kepada Perisai Diri Buleleng atas konsistensinya menyelenggarakan
kejuaraan mandiri.
Ia menyebut Perisai
Diri merupakan salah satu perguruan yang aktif, selain SMI, Setembak, dan Pagar
Nusa.
“Secara sumber daya,
kita sangat memadai. Perguruan-perguruan di Buleleng memiliki anggota besar dan
rutin menyelenggarakan kejuaraan internal sehingga atlet punya jam terbang yang
baik,” ujarnya.
Salah satu keuntungan
sistem ini, katanya, yaitu atlet yang mengikuti kejuaraan tingkat IPSI sudah
tersaring dari tingkat perguruan. Dengan demikian, kualitas pertandingan lebih
kompetitif.
Terkait kesiapan menuju
Porprov 2027, IPSI Buleleng mengaku akan all out.
“Evaluasi dari tahun
sebelumnya, kita hanya mampu menyumbangkan satu emas. Padahal prediksi dua emas
sangat memungkinkan. Mental juara harus terus dibentuk,” tegasnya.
Ia juga mengumumkan
bahwa perguruan Silat Militer (PSN) telah resmi bergabung dengan IPSI melalui
SK terbaru. Sinergi dengan unsur TNI ini diharapkan memperkuat pembangunan
mental atlet.
“Sebagus apa pun
kemampuan atlet, tanpa pendampingan yang kontinu, mereka bisa hilang. Karena
itu keberlanjutan pembinaan sangat penting, ujarnya.
Sementara itu Ibu Asuh
Perisai Diri Buleleng ,Ny. Wardhany Sutjidra memberikan pandangan yang menambah
warna dalam pembinaan Perisai Diri di Buleleng.
Ia menegaskan bahwa
penyelenggaraan kejuaraan seperti ini harus menjadi bagian dari langkah
pengembangan Perisai Diri di masa mendatang.
“Dalam olahraga ini
diperlukan kebersamaan, keseriusan, dan kekuatan untuk menyatukan pikiran serta
mentalitas yang baik,” ujarnya.
Ny. Wardhany mengungkapkan
bahwa jumlah atlet Perisai Diri di Buleleng kini mencapai sekitar 400 orang,
yang menunjukkan minat besar masyarakat, khususnya generasi muda.
Lebih jauh, ia
menekankan bahwa Perisai Diri bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga
tentang hati.
“Perisai Diri adalah
olahraga yang dibangun dari hati. Bukan hanya otot, tetapi bagaimana seseorang
mempertahankan diri dengan hati yang bersih dan bijaksana,” ucapnya.
Terkait pengembangan
selanjutnya, ia menerangkan bahwa langkah paling mendesak adalah memperluas
sosialisasi ke sekolah-sekolah.
“Beberapa sekolah sudah
aktif berlatih. Ke depan, dengan dukungan dinas terkait, kami ingin Perisai
Diri menjadi kegiatan ekstrakurikuler. Ini penting karena olahraga ini
membentuk karakter mulia,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa
Perisai Diri tidak hanya mengajarkan teknik, tetapi mendidik generasi muda
menjadi pribadi yang santun di keluarga dan masyarakat.
Dengan dibukanya Kejuaraan Perisai Diri Bupati Cup III Tahun 2025, Buleleng mempertegas komitmennya dalam melahirkan atlet berprestasi, tidak hanya berteknik tinggi tetapi juga berkarakter mulia. Kolaborasi pemerintah daerah, perguruan, IPSI, dan seluruh stakeholder menjadi pondasi kuat untuk membawa nama Buleleng semakin bersinar di kancah pencak silat nasional hingga internasional.

0Komentar