![]() |
| Gusti Made Ariana salah satu seniman dalang di Buleleng |
SINGARAJAFM,- Wayang kulit Bali merupakan salah satu warisan budaya adiluhung yang sarat makna spiritual, filosofis, dan nilai-nilai tradisional. Berbeda dengan wayang kulit dari Jawa, wayang Bali memiliki ciri khas tersendiri baik dari segi cerita, iringan musik, hingga teknik pementasan yang lebih ekspresif dan dinamis. Namun, di tengah arus modernisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat, eksistensi kesenian ini mulai tergerus dan menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan relevansinya.
Saat ini, minat generasi muda terhadap kesenian tradisional seperti wayang kulit Bali semakin menurun. Mereka cenderung lebih tertarik pada hiburan modern seperti media sosial, game online, atau tontonan digital. Hal ini diperparah dengan semakin terbatasnya ruang untuk pementasan wayang secara reguler, baik di lingkungan pendidikan maupun dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Selain itu, regenerasi dalang juga menjadi isu serius. Menjadi seorang dalang bukan hanya soal kemampuan bercerita, tetapi juga menguasai bahasa Kawi, memahami filsafat Hindu, serta mampu memainkan gamelan dan mengatur ritme pementasan. Sayangnya, proses panjang ini jarang diminati generasi muda yang lebih memilih jalur karier yang dianggap lebih praktis dan menguntungkan secara ekonomi.
Kendati demikian, masih ada upaya dari berbagai pihak untuk menjaga nyala api kesenian ini. Beberapa komunitas seni, sanggar, dan budayawan Bali berinisiatif menggelar pertunjukan wayang kulit dalam format yang lebih modern, seperti menggunakan proyeksi digital atau kolaborasi dengan seni kontemporer. Selain itu, festival-festival budaya juga menjadi wadah penting untuk memperkenalkan kembali kesenian ini kepada khalayak luas.
Wayang kulit Bali bukan sekadar hiburan, melainkan cerminan identitas budaya yang mengandung ajaran moral, etika, dan spiritual. Oleh karena itu, penting bagi kita semua—terutama generasi muda—untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi turut aktif menjaga dan melestarikan warisan budaya ini agar tidak hilang ditelan zaman.

0Komentar